Membuat Asisten Pengingat Jadwal Anak dengan Android [no coding]

Beberapa hari yang lalu kami coba membuat bot sederhana agar dapat menyuruh anak-anak bangun tidur, masuk rumah sebelum maghrib, menyiapkan buku pelajaran, dan seterusnya. Cukup dengan device Android, tanpa programming. Apakah anak-anak mau nurut diperintah oleh bot? Ya harus! Karena botnya memakai rekaman suara emaknya. ^^9

Jadi begini penampakan sederhana bot di rumah kami:

Screen-Shot-2015-02-03-at-08.41.41

Lumayan untuk membantu mengotomasi pekerjaan menggiring anak melakukan hal-hal sesuai jadwalnya. Terutama buat ummahat yang anaknya banyak, masing2 anak punya jadwal berbeda, dan masih belum bisa mandiri. Bagi kami, selama ada hal-hal yang berulang dan bisa diotomasi, ya diotomasi saja.

Apakah ini membutuhkan server yang terhubung dengan Google Calendar API? Ataukah butuh membuat cron job? Menyetup Google Cloud Services? Ngoding untuk notifikasi android? Ataukah ngoding aneh lainnya? X D Jawabnya adalah, tidaak… tidak perlu. Disini hanya perlu menggunakan voice recorder dan fitur alarm di android. Yuk bikin! Baca lebih lanjut

Iklan

Facebook Canvas dengan Google App Engine

Kita butuh Facebook Canvas tersedia dengan cepat!

Menimbang kebutuhan aplikasi yang sedang didevelop, terkadang kita butuh menyediakan canvas url. Kalau tidak punya halaman canvas, maka sebagian Facebook API yang membutuhkan canvas tidak akan jalan. Contohnya apprequests.

Submitting halaman canvas tuh gampang-gampang susah buat yang belum pernah atau jarang bikin facebook apps. Karena tampilan dashboardnya Facebook developer ini sering diperbaharui. Baca lebih lanjut

Booklet Setoran Hafalan Juz ‘Amma

Screen Shot 2014-08-04 at 15.39.04Booklet buku setoran hafalan juz ‘amma yang dimodifikasi dari buku setoran juz ‘amma bikinan Hamdani Fajar (file lama), dengan tambahan hafalan ta’awudz dan surat Al Fatihah.

Booklet bisa didownload >>disini<<
Booklet disiapkan untuk printer duplex. Untuk printer non-duplex bisa diprint halaman ganjil dulu, lalu dibaliknya diprint halaman genap.

Cover booklet bisa pakai punya Hamdani Fajar disini, atau disini

Semoga bermanfaat.

Tambahan:
Kalau mau hemat kertas, file versi spreadsheet (editable) bisa diclone di google drive. Ada 8 sheet untuk 8 level hafalan. Tinggal clone lalu bookmark.

Murottal Muhammad Thaha Al-Junaid Dewasa Juz 30 [play online]

Halaman ini adalah versi lain dari postingan ini, namun dengan Muhammad Thoha Al-Junayd (dewasa) sebagai qari’nya.

Bisa diputar di device ios. Loopable. Download file disini.

Makhrojnya agak lain dari yang kami pelajari. Yang ini huruf “Ta” dan “Ja” terdengar berdesis. Ikhfa’ syafawi pada surat Al-Fiil juga terdengar “mim” (pada ayat lain belum tak amati). Mungkin karena kualitas rekamannya. Tapi bacaannya cukup pelan. -Bismillah- semoga Allah mudahkan untuk biasa (hafal setelah didengar terus). Hanya saja anak perlu arahan. Baca lebih lanjut

Murottal Abu Usamah Juz 30 [play online]

Karena batasan peraturan dari wordpress.com yang tidak membolehkan upload sound file (kecuali yang premium), akhirnya kami hotlinkkan langsung dari archivenya Rodja. Kalau mau download, silakan download disana langsung yaa.

Sebetulnya bisa langsung play disana sih. Tapi di safari, apalagi device iOS, nggak ada control untuk loopnya. Akhirnya bikin player di WP aja. kan ada shortcode untuk setel audio dengan autoloopnya. Jadi kalau buka halaman ini di iPad bisa nge-loop terus ^^. Ceritanya lagi malas mindahin file lewat iTunes.. Tapi kadang kudu beberapa kali klik tombol play sih. Trus native player HTML5nya kudu ngeload filenya dulu baru mau muter tuh murottalnya. Kalau sudah, insya Allah lancaar… loop sampai anak tidur. Bisa jalan di background juga. Jadi hemat baterai.

Ini murottal yang qari’nya Abu Usamah. Buat diperdengarkan pada anak kami berulang-ulang sebelum tidur agar mudah tahfizhnya. Rekomendasi dari teman. Semoga bermanfaat. Baca lebih lanjut

Asiknya Nge-GIT pakai GitX

gitxPada zaman dahulu kala waktu zamannya masih jahil soal versioning, kami mencoba belajar SVN. Karena kelihatannya kok keren. Programmer-programmer pada pakai SVN.

Yah. karena basicnya aja nggak ngerti apaan itu SVN maupun versioning, akhirnya meski cari artikel googling sekian lama masih saja buntu. Baca berulang-ulang mulai dari penjelasan sampai tutorial, bahasanya sudah melampaui daya tangkapku. Haha. Emang nasibnya blom dikasih pencerahan sama Yang di atas.

Hingga akhirnya.. kami tertarik dengan sesuatu yang bernama GitHub. Kalau lagi googling cari modul, framework atau plugin biasanya ujung-ujungnya disuruh download di GitHub. Fork me on GitHub. Bahkan demo dan wiki pun dihost disana.

Dari situlah mulai belajar nge-GIT. Kali ini goalnya tidak untuk belajar versioning. Karena saat itu masih belum paham juga apaan itu versioning. Haha. Goalnya pokoknya gimana caranya bisa ngepush repository ke GitHub.

Dan Alhamdulillah setelah belajar begini dan begitu, berhasil juga akhirnya ngepush repository ke GitHub. Waktu itu OS laptop masih Windows. Lumayan menantang. Haha.

Asiknya pakai GIT adalah GIT tidak butuh hosting seperti SVN. Bisa dilakukan ditempat. Tapi kadang kalau mau kelihatan keren berbagi, boleh lah dipush ke GitHub.

Sekarang OSnya sudah Mac pinjaman dari kantor sih, jadi nge-GIT alhamdulillah sudah gampang. Nggak butuh nyalain putty, puttygen, gitbash, atau seabreg aplikasi lagi hanya untuk nge-Git. Sekarang kami cukup pakai GitX (http://gitx.org). Terminal dibuka seperlunya saja.

Belum tahu ada yang lebih bagus dari GitX sih kalau buat nge-Git sendiri. Tapi kalau ada rekomendasi, boleh lah dibagi.